Daily Archives: August 3, 2025

KPU Bungo Membuka Registrasi Sekolah Pemilu

FAKTA BUNGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo terus memperlihatkan komitmennya dalam memberi pendidikan politik ke warga, walaupun sedang tidak ada dalam tingkatan penyelenggaraan Pemilu.

Lewat program Sekolah Pemilu, KPU Bungo dengan cara resmi buka registrasi untuk warga yang tertarik untuk ikuti aktivitas mendidik itu. Registrasi dibuka mulai dari 1 sampai 11 Agustus 2025, dengan paket peserta yang terbatas, yaitu cuma 15 orang.

Ketua KPU Kabupaten Bungo Armidi sampaikan jika aktivitas ini mempunyai tujuan untuk tingkatkan pengetahuan warga, terutama angkatan muda, pada mekanisme demokrasi dan penerapan Pemilu yang jujur, adil, dan terbuka.

“Sekolah Pemilu adalah fasilitas vital untuk tumbuhkan kesadaran politik dan menggerakkan keterlibatan aktif masyarakat dalam tiap proses demokrasi,” tutur Armidis Sabtu siang (02/08/2025).

Peserta yang dipilih nanti akan ikuti rangkaian materi evaluasi, dialog, dan replikasi tehnis tingkatan Pemilu. Aktivitas ini diharap sanggup cetak beberapa agen demokrasi yang sanggup menjadi ekstensi tangan KPU dalam sampaikan informasi kepemiluan ke khalayak luas.

Dengan kebatasan paket, KPU Bungo menghimbau supaya warga yang tertarik selekasnya lakukan registrasi saat sebelum batasan waktu yang ditetapkan.

Bungo Kritis Air Bersih, Aktivis Bungo Paksa Calon Direktur PDAM Pancuran Telago Berikan Jalan keluar Nyata

FAKTA BUNGO – Masalah air bersih menjadi lagi rumor khusus di Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi. Di tengah-tengah proses penyeleksian calon Direktur PDAM Pancuran Telago, warga Bungo mengatakan tekanan supaya calon dipilih betul-betul sanggup menuntaskan permasalahan classic: air bersih yang tidak mengucur 24 jam dan servis yang tidak rata.

Kritis air bersih yang berkelanjutan sudah lama menjadi keluh kesah khusus masyarakat, khususnya pelanggan PDAM. Banyak warga mengeluh air yang cuma mengucur di saat-saat tertentu, bahkan juga terkadang tidak terang kapan hidup dan matinya.

*Suara Warga: Air Ialah Hak, Bukan Service Sekunder*

Miftahul Alwi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bungo, mengatakan jika distribusi air bersih yang tidak konsisten menjadi keluh kesah tersering didengarkan dari warga.

“Air cuma hidup di beberapa jam tertentu, dan itu benar-benar menggelisahkan. Air bersih itu keperluan primer untuk kehidupan setiap hari. Untuk mandi, minum, membersihkan, semua perlu air,” katanya.

Menurut Alwi, PDAM sejauh ini hadapi beragam rintangan dimulai dari masalah listrik, beban operasional tinggi, sampai kurangnya peremajaan infrastruktur. Dia mengutamakan jika kedatangan direktur baru harus dibarengi beberapa langkah nyata dan reformasi lengkap dalam servis air bersih.

“Bupati Bungo, Dedy Putra, sudah ambil langkah vital dengan buka penyeleksian calon direktur baru. Keinginannya, direktur dipilih kelak mempunyai kapabilitas tehnis, kredibilitas, dan pengalaman managerial yang kuat,” jelasnya.

Alwi merekomendasikan ada mekanisme penilaian dan pemantauan yang ketat pada performa direktur PDAM yang baru kelak.

“Kesuksesan direktur harus diukur dari apa air hidup 24 jam atau mungkin tidak. Jika masih tetap seperti saat ini, bermakna belum sukses dan perlu ditukar,” sambungnya.

*Tokoh Mahasiswa Muhammadiyah: Jangan Cuma Janji, Perlihatkan Aksi*

Zirul Habibi, figur muda dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bungo, lebih tajam menanggapi masalah ini. Dia memandang jika permasalahan khusus bukan sekedar tehnis, tetapi kurang kuatnya kepimpinan dan management PDAM sejauh ini.

“Air hidupnya tidak terang. Tidak ada rintangan yang tidak dapat dituntaskan jika management dan pengendalian bujet digerakkan betul,” katanya.

Dia sayangkan lambatnya pengatasan oleh petinggi PDAM sebelumnya, dan mengharap Bupati baru dapat berlaku tegas dalam pilih pimpinan yang pas untuk PDAM.

“Bupati tidak nyata. Kita ingin saksikan cara riil dari Bupati Dedy Putra. Janganlah sampai warga terus menjadi korban,” sambungnya.

Zirul memperjelas jika tanda kesuksesan direktur PDAM benar-benar sederhana: air harus ada 24 jam. “Jika tidak dapat mewujudkan itu, seharusnya undur saja saat sebelum masyarakat melakukan tindakan. Air ialah kunci kehidupan,” jelasnya.

*Rano Saputra: Pemulihan Keseluruhan Infrastruktur Benar-benar Mendesak*

Rano Saputra, bekas Ketua HMI Cabang Bungo, ikut mulai bicara. Menurut dia, kerap matinya air tanpa kepastian waktu memperlihatkan jika PDAM tidak jalankan pekerjaannya secara baik.

“Ini tersangkut hajat hidup banyak orang. Mesin pompa dan intake tidak pernah diperbaharui, walau sebenarnya tersebut sumber khusus air yang masuk ke dalam beberapa rumah masyarakat,” terang Rano.

Dia menggerakkan calon direktur PDAM agar selekasnya menata program peremajaan mesin, kenaikan kemampuan intake, dan optimasi output air.

“Bupati Dedy Putra harus pilih orang yang betul-betul memahami dan berani mengambil keputusan besar untuk reformasi PDAM. Janganlah sampai terjerat pada kebutuhan barisan,” katanya.

Dia menyentuh kurang kuatnya mekanisme pemantauan pada tingkat kecamatan, yang menurut dia menjadi faktor lambannya tanggapan pada kebocoran dan matinya air di sejumlah titik.

“Jika memang belum siap memuat inspirasi warga, tak perlu mencalonkan diri menjadi direktur. Ini pekerjaan berat, tetapi benar-benar mulia jika digerakkan benar-benar,” ujarnya.

Ringkasan

Inspirasi warga Bungo benar-benar terang: air bersih ialah hak dasar yang tidak dapat ditawar. Penyeleksian calon direktur PDAM Pancuran Telago tidak cuma masalah kedudukan, tapi masalah tanggung-jawab besar dalam penuhi keperluan primer masyarakat. Masyarakat tak lagi ingin terima janji-janji kosong. Mereka perlu pimpinan tehnis yang dapat bekerja, layani, dan memberi jalan keluar riil.

Bupati Bungo, Dedy Putra, sekarang menggenggam kunci dalam pilih figur yang akurat. Bila salah cara, resikonya tidak cuma kekesalan, tetapi lenyapnya keyakinan warga pada pemda.