Bantu Pidana Alternative, Bapas Muara Bungo Pelajari Kerja Sama dengan DLH Tebo

Tebo, – Dalam rencana perkuat penerapan pemidanaan alternative berbentuk kerja sosial, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Bungo merajut koordinir dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tebo, Kamis (31/7). Aktivitas ini menjadi sisi dari loyalitas Pembina Bungkusyarakatan (PK) dalam memberikan dukungan pembimbingan dan reintegrasi sosial Client Pemasyarakatan.

Koordinir berjalan di Kantor UPT Pengendalian Sampah Daerah Barat Kabupaten Tebo dan didatangi barisan sistematis Bapas Muara Bungo, diantaranya Kepala Masalah Tata Usaha, Amrizal, Plh. Kepala Sub Seksi Tuntunan Client Dewasa, Fajri, dan Plh. Kepala Sub Seksi Tuntunan Client Anak, Hafiz. Mereka disongsong oleh Kepala UPT Pengendalian Sampah Daerah Barat, Sahrul Maulidin.

Amrizal sampaikan jika kerja sosial adalah bentuk pidana alternative yang diamanahkan dalam KUHP baru, dan menjadi sisi dari penerapan pengarahan pada Client yang tidak jalani pidana penjara. “Kami mengharap DLH bisa menjadi partner vital dalam pengadaan lokasi kerja sosial, khususnya di bidang pengendalian sampah dan kebersihan lingkungan,” katanya.

Memberi respon hal itu, Sahrul Maulidin mengatakan support penuh pada kerja sama dengan yang diinisiasi Bapas. “Program ini bukan hanya memberikan dukungan proses pembimbingan Client, tapi juga memberi kontributor riil untuk warga dan lingkungan. Kami sudah siap tindak lanjuti dan bekerjasama selanjutnya dengan Kepala Dinas,” jelasnya.

Menurut dia, bidang lingkungan memang memerlukan support tenaga di atas lapangan. Karena itu dia memandang penyertaan Client Pemasyarakatan dalam kerja sosial bisa menjadi jalan keluar fungsional sekalian humanis.

Aktivitas ini menjadi satu diantara langkah pertama Bapas Muara Bungo dalam menerapkan ketetapan baru dalam KUHP yang hendak mulainya berlaku pada 2026. Pemidanaan alternative seperti kerja sosial dan keadilan restoratif buka ruangan semakin lebih besar untuk pembimbingan yang inklusif dan bermartabat.

Koordinir ditutup dialog tehnis sebagai loyalitas bersama dalam merealisasikan kolaborasi lintasi bidang untuk pembimbingan Client Pemasyarakatan lebih adaptive dan berkesinambungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *