Dinkes Bungo Berikan Peringatan ke RS Jabal Rahmah, Berkaitan Kejadian Penampikan Pasien BPJS Kesehatan

BUNGO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kadis Kesehatan Kabupaten Bungo, dr Safarudin Matondang, menjelaskan jika faksinya sudah memberikan ancaman peringatan untuk RS Jabal Rahmah.

Ini dikatakannya saat diverifikasi, Kamis 24 Juli 2025. Peringatan ini katanya, supaya tingkatkan kualitas servis terutama informasi public, dan peletakan tenaga sama sesuai kapabilitas.

” anjuran supaya mengusahakan tenaga dari BPJS ditaruh di faskes RS Jabal Rahmah untuk nformasi servis BPJS Kesehatan,” katanya.

Beberapa faksi diundang di pertemuan ini, salah satunya Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo, dan perwakilan dari RS Jabal Rahmah.

Wakil Ketua II DPRD, Darwandi menjelaskan, jika kasus penampikan itu terjadi karena miskomunikasi di antara keluarga pasien dan faksi rumah sakit.

Dia memperjelas jika berdasar Undang-Undang Nomor 36 Tahun Mengenai Kesehatan, rumah sakit tidak dikenankan menampik pasien dengan argumen apa pun itu.

“Kita dengar paparan dari beberapa pihak berkaitan dan orangtua pasien. Pokoknya, jika saya simpulkan ialah terjadi miskomunikasi dari faksi servis Jabal Rahmah.” tutur Darwandi.

DPRD Kabupaten Bungo menggerakkan faksi rumah sakit agar selekasnya lakukan pembenahan dan kenaikan servis.

Disamping itu, Darwandi mengajukan usul supaya BPJS Kesehatan tempatkan petugas khusus di dalam rumah sakit untuk memberi pembelajaran langsung ke warga berkaitan hak dan service BPJS.

Seperti sebelumnya telah dikabarkan, seorang masyarakat Kabupaten Bungo, Imam, akui sedih pada servis RS Jabal Rahmah Bungo.

Masalahnya faksi RS Jabal Rahmah Bungo menampik untuk menjaga anaknya dengan memakai kartu BPJS Kesehatan.

Peristiwa ini dirasakan Imam di hari Jumat pagi hari tanggal 11 Juli 2025 sekitaran jam 03.00 WIB. Waktu itu, anaknya yang namanya Oemar, alami demam yang tinggi.

Imam langsung bawa anaknya ke RS Jabal Rahmah dengan keinginan mendapatkan pengatasan klinis yang pantas lewat sarana BPJS kesehatan.

Tetapi, faksi rumah sakit cuma merekomendasikan penyembuhan jalan dan tidak terima rawat inap. Keluarga juga ikuti instruksi itu walau merasa kurang senang.

Tetapi sesudah datang di dalam rumah, keadaan Oemar malah lebih buruk. Imam bawa lagi anaknya ke RS Jabal Rahmah untuk pengatasan rawat inap. Sayang, mereka memperoleh lagi penampikan.

“Saya sedih, saya bawa anak saya kembali karena kesehatannya lebih buruk. Ingin rawat inap justru ditampik karena takut tidak dapat claim BPJS Kesehatan,” tutur Imam, Senin 14 Juli 2025.

Faksi RS Jabal Rahmah Rio, saat diverifikasi, belum memberi pengakuan sah. Mereka cuma sampaikan jika akan memeriksa dahulu urutan peristiwanya melalui penilaian intern saat sebelum memberi verifikasi secara detail berkaitan peristiwa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *